Pemerintah mencairkan anggaran ketahanan pangan terbesar dalam lima tahun terakhir, senilai Rp113,3 triliun hingga akhir September 2026. Anggaran ini melampaui realisasi tahun sebelumnya dan menjadi fokus utama dalam konferensi pers APBN terbaru.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan mayoritas dana, sebesar Rp87,5 triliun, berasal dari belanja pemerintah pusat. Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai program strategis seperti subsidi pupuk, bantuan pangan, serta program cetak sawah.
Selain belanja pusat, pemerintah juga menyalurkan Rp2,9 triliun melalui transfer ke daerah dan Rp22,8 triliun melalui pembiayaan, terutama melalui Perum Bulog. Dana ini digunakan untuk menyerap hasil panen petani, termasuk beras dan jagung, serta mendukung Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian.
Realisasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional dan mendukung sektor pertanian melalui dukungan finansial yang signifikan.