Ekonom: Rantai nilai kendaraan listrik di RI tunjukkan integrasi

Senin, 12 Oktober 2026 pukul 11.58
Ekonom: Rantai nilai kendaraan listrik di RI tunjukkan integrasi

Sumber Berita Asli

Berita Terkini - ANTARA News

Baca di Website Asli ↗
Ekonom CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai rantai nilai kendaraan listrik di Indonesia mulai menunjukkan integrasi dari hulu hingga hilir, dengan sektor hulu sudah matang sementara midstream dan downstream masih berkembang. Transformasi struktur ekonomi terlihat di Morowali dan Morowali Utara, Sulawesi Tengah, yang kini lebih dari 75 persen ekonominya ditopang sektor industri, berbeda dari dominasi pertambangan dan pertanian satu dekade lalu. Beberapa pelaku industri terus mengembangkan investasi pengolahan nikel di Sulawesi, termasuk PT Vale Indonesia Tbk yang menggarap proyek di Pomalaa, Morowali, dan Sorowako dengan fasilitas HPAL untuk menghasilkan MHP sebagai bahan antara baterai. Ekosistem hilirisasi nikel pun semakin melibatkan perusahaan tambang, pengolahan mineral, penyedia teknologi, tenaga kerja, dan kegiatan ekonomi pendukung. Faisal menekankan manfaat hilirisasi tidak hanya ditentukan kapasitas produksi, tetapi juga keterkaitan dengan ekonomi lokal, pengembangan tenaga kerja, dan tata kelola berkelanjutan. Tantangan berikutnya adalah memastikan ekspansi industri memberi manfaat luas, termasuk kapasitas tenaga kerja lokal, keterlibatan usaha daerah, dan pengelolaan dampak lingkungan. Dengan cadangan mineral dan kapasitas industri pengolahan yang berkembang, Sulawesi dinilai memiliki posisi penting dalam rantai nilai mineral Indonesia. Keberlanjutan transformasi akan bergantung pada sejauh mana industrialisasi menghasilkan nilai tambah yang terhubung dengan pembangunan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait Lainnya