Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III sekaligus memperingati HUT ke-50 di Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat daya saing pengusaha nasional melalui kolaborasi strategis dan transformasi ekonomi, dengan agenda mencakup penguatan investasi, ketahanan pangan, transformasi energi, serta pengembangan UMKM.
Ketua Umum DPP HIPPI Erik Hidayat menegaskan bahwa pengusaha nasional membutuhkan kesempatan untuk berkembang, mengingat keterbatasan pembiayaan, teknologi, dan akses pasar masih menjadi tantangan. HIPPI saat ini memiliki sekitar 3.000 anggota di 23 provinsi, mayoritas pengusaha mikro dan kecil. Wakil Menko Perekonomian Dradjad Hari Wibowo berharap HIPPI menjadi tulang punggung pelaku ekonomi Indonesia.
Rakernas III juga menghadirkan forum HIPPI Talks yang membahas tiga isu strategis: industri pupuk dan ketahanan pangan, transformasi kelistrikan, serta kebijakan UMKM dan ekonomi kreatif. Sejumlah penghargaan diberikan kepada Bank Indonesia, APPI, MOST 105.8 FM, serta tokoh inspiratif dan lifetime achievement, termasuk Muhammad Jusuf Kalla. HIPPI juga menandatangani nota kesepahaman dengan Institut STIAMI dan BPJS Ketenagakerjaan.
Berdiri sejak 17 Agustus 1976, HIPPI memasuki usia ke-50 dengan komitmen memperluas kolaborasi antara pengusaha, pemerintah, lembaga keuangan, dan akademisi untuk membangun perekonomian yang lebih mandiri, inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.