Tiba China Hadapi Dilema, Dolar AS atau Membantu Iran

Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 20.55
Tiba China Hadapi Dilema, Dolar AS atau Membantu Iran

Sumber Berita Asli

News - Berita Terkini Indonesia dan Dunia - CNBC Indonesia

Baca di Website Asli ↗
China menghadapi dilema besar terkait ancaman Amerika Serikat (AS) yang akan memutus akses ke sistem keuangan AS bagi pihak yang membantu Iran menghindari sanksi. Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan bahwa entitas yang memfasilitasi transaksi minyak Iran berisiko menjadi sasaran dan kehilangan akses tersebut. Di satu sisi, China sangat membutuhkan dolar AS untuk menopang perdagangan globalnya. Di sisi lain, Beijing menolak sanksi sepihak AS dan tetap menjadi pembeli terbesar minyak Iran, menyerap lebih dari 80% minyak Iran yang dikirim melalui jalur laut. Untuk mengantisipasi risiko tekanan finansial dari Washington, China telah membangun sistem pembayaran lintas negara (CIPS) sebagai bentuk diversifikasi dan perlindungan geopolitik. Namun, Beijing belum berniat sepenuhnya meninggalkan sistem mata uang dolar AS. Para pakar menilai dominasi dolar membuat langkah pemutusan akses menjadi pedang bermata dua. China ingin tetap berada dalam sistem dolar yang menguntungkan mesin perdagangannya, namun tidak akan sepenuhnya patuh pada sanksi AS yang terus meluas.

Berita Terkait Lainnya