BPH Migas mencatat konsumsi Pertalite meningkat hingga 12,92 persen pada Juli 2026, satu bulan pasca kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax. Rata-rata penyaluran melonjak dari 75.795 kiloliter (KL) per hari menjadi 85.589 KL per hari.
Lonjakan konsumsi tersebut dipicu oleh kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter pada 10 Juni 2026, yang mendorong masyarakat beralih ke BBM bersubsidi.
Pada Agustus 2026, konsumsi Pertalite sedikit menurun menjadi 84.368 KL per hari seiring adanya koreksi harga Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter.
Meski ada penurunan, angka konsumsi Pertalite pada Agustus tetap lebih tinggi dibandingkan periode sebelum kenaikan harga Pertamax. Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyebut fenomena ini sebagai perpindahan (shifting) konsumsi dari Pertamax menjadi Pertalite.