PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi menerapkan biodiesel B50 pada seluruh lokomotif dan kereta pembangkit berbahan bakar solar untuk layanan KA Jarak Jauh dan KA Lokal mulai 1 Juli 2026. Langkah ini melanjutkan penggunaan B40 yang berjalan sejak Januari 2026.
VP Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa penerapan B50 merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi energi operasional sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon dari sektor transportasi.
Berdasarkan data selama 55 hari penerapan B50 hingga 24 Agustus 2026, KAI memproyeksikan pengurangan emisi sekitar 9 ribu ton CO₂e dibandingkan skenario B40. Hal ini dicapai berkat tambahan pemanfaatan biodiesel sekitar 4 juta liter dari proyeksi konsumsi 40 juta liter BBM pada periode tersebut.
Selain penerapan biodiesel, KAI terus mengembangkan upaya efisiensi energi lainnya seperti optimalisasi sarana dan pemanfaatan energi terbarukan. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat transformasi energi nasional dan mewujudkan layanan transportasi massal yang berkelanjutan.