Raksasa Eropa Makin Sakit, Angka Kebangkrutan Meledak-Tembus 188 Ribu

Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 21.50
Raksasa Eropa Makin Sakit, Angka Kebangkrutan Meledak-Tembus 188 Ribu

Sumber Berita Asli

News - Berita Terkini Indonesia dan Dunia - CNBC Indonesia

Baca di Website Asli ↗
Ekonomi Jerman sedang menghadapi krisis parah dengan sekitar 188.000 perusahaan terpaksa menghentikan operasinya pada tahun 2025, naik 10% dari tahun sebelumnya. Angka pengajuan kebangkrutan juga terus melonjak sepanjang kuartal pertama 2026, menandai level tertinggi dalam hampir dua dekade dan mulai menggerogoti perusahaan dengan rekam jejak kredit yang baik. Krisis ini menyebabkan gelombang penutupan besar-besaran di sektor tradisional seperti manufaktur, konstruksi, dan perhotelan, serta ribuan UMKM yang tutup secara sukarela akibat beban biaya operasional dan banyaknya eksekutif pensiun tanpa penerus. Para pakar menyebut situasi ini sebagai krisis kumulatif yang dipicu oleh dampak bertahap pandemi, krisis energi, inflasi, suku bunga tinggi, hingga disrupsi cepat akibat kecerdasan buatan (AI). Selain itu, pungutan pajak yang tinggi dan birokrasi berbelit juga dituding menjadi pemberat utama bagi pelaku usaha. Di tengah gelombang kebangkrutan ini, perbankan merespons risiko sistemik dengan memperketat standar pinjaman. Tindakan ini justru semakin menyulitkan pelaku UMKM, khususnya sektor otomotif dan energi, untuk mendapatkan modal restukturisasi yang sangat mereka butuhkan.

Berita Terkait Lainnya