Nilai tukar rupiah dibuka melemah 21 poin ke level 17.915 per dolar AS pada Kamis (1/10/2026). Pelemahan ini mendekati angka 18.000, mencerminkan tekanan terhadap mata uang domestik. Pasar tengah memantau data ADP Employment Change dari Amerika Serikat sebagai indikator penting untuk arah kebijakan moneter. Selain itu, inflasi domestik juga menjadi faktor yang diperhatikan pelaku pasar dalam menganalisis pergerakan rupiah selanjutnya.