Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai impor Indonesia pada Agustus 2026 mencapai US$23,06 miliar, naik 19,09% secara year-on-year (yoy). Meski demikian, angka tersebut lebih rendah dari konsensus Bloomberg yang memproyeksikan pertumbuhan 30,47% yoy.
Impor migas tercatat US$3,53 miliar, meningkat 30,73% secara tahunan, sementara impor nonmigas sebesar US$19,53 miliar atau naik 17,20% yoy. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyatakan peningkatan impor secara tahunan terutama didorong oleh impor nonmigas dengan andil 14,57%.
Kenaikan impor ini menunjukkan aktivitas perdagangan yang tetap kuat, meskipun meleset dari ekspektasi pasar. Data ini menjadi perhatian dalam konteks kinerja ekonomi Indonesia ke depan.