Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar US$ 3,55 miliar pada Agustus 2026. Surplus ini didorong oleh kenaikan ekspor komoditas nikel dan aluminium. Kinerja ekspor yang kuat tersebut menjadi penopang utama surplus dagang bulan tersebut.