Nelayan gurita di Pulau Lanjukang dan Langkai, Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan, seperti Erwin (48), menggantungkan hidup dari menangkap gurita yang bernilai ekspor tinggi. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan 2020 mencatat ekspor gurita Sulsel mencapai 2,1 juta ekor senilai sekitar 10,7 juta dolar AS. Nilai ekonomi besar ini memicu eksploitasi berlebihan, membuat stok gurita menipis dan ukuran tangkapan mengecil. Pada 2020, Erwin hanya bisa mendapat tiga hingga lima ekor per hari, bahkan sekadar cukup untuk makan. Kondisi ini menyadarkan nelayan bahwa laut perlu diberi kesempatan pulih, memunculkan angin perubahan dalam pola tangkap mereka.