Harga emas dunia mengalami koreksi pada perdagangan Senin (12/10/2026) setelah sebelumnya naik dua hari berturut-turut. Di pasar spot, harga emas ditutup melemah 0,55% menjadi US$ 4.170,7 per troy ons, membalikkan kenaikan 2,02% dalam dua hari sebelumnya.
Penurunan ini dipicu oleh aksi ambil untung investor yang ingin memanfaatkan momentum cuan, serta sikap wait and see menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat periode September yang dijadwalkan besok malam waktu Indonesia.
Data inflasi AS tersebut menjadi perhatian utama pasar karena dapat mempengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed. Investor masih mencermati arah kebijakan moneter untuk menentukan langkah selanjutnya terkait emas.
Dengan kondisi ini, pelaku pasar dihadapkan pada pilihan antara menjual untuk mengunci keuntungan atau membeli dengan harapan harga kembali naik. Keputusan akan sangat bergantung pada hasil data inflasi AS dan sentimen pasar selanjutnya.