Pertumbuhan ekonomi Vietnam melaju lebih cepat dibandingkan Indonesia, didorong oleh ekspor manufaktur dan investasi asing yang terintegrasi dengan rantai pasok global. Sementara itu, perekonomian Indonesia masih banyak ditopang konsumsi domestik dan komoditas, serta kekurangan kapasitas produksi ekspor yang sesuai skala.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan perlu mempercepat transformasi ekonomi melalui digitalisasi, pengembangan semikonduktor, dan kecerdasan buatan (AI) agar mampu mengejar pertumbuhan Vietnam. Vietnam menempati keunggulan dengan kawasan industrial (KEK) sekitar 2 juta hektar yang menghasilkan kapasitas produksi ekspor, sedangkan Indonesia hanya sekitar 24 ribu hektar dan sering memfokuskan investasi ke sektor dalam negeri seperti jasa, distribusi, dan properti.