Pemerintah Indonesia berhasil meraup Rp35 triliun dalam lelang surat utang yang digelar pada 13 Oktober 2026, melampaui target indikatif Rp30 triliun di tengah tekanan pasar keuangan domestik dan tingginya imbal hasil US Treasury.
Permintaan investor menunjukkan pemulihan signifikan dibandingkan lelang sebelumnya pada 29 September, dengan total penawaran masuk melonjak 51,3% menjadi Rp64,86 triliun dari sebelumnya Rp42,87 triliun.
Dari sisi distribusi, SPN tenor sekitar 1 tahun dan FR0110 tenor 5 tahun menjadi penopang utama. Penawaran SPN12271014 naik 141% menjadi Rp14,86 triliun dengan nominal dimenangkan Rp9 triliun, sedangkan FR0110 mencatat penawaran terbesar Rp21,15 triliun dan nilai dimenangkan Rp10,9 triliun.
Meski pasar masih menghadapi ketidakpastian global, yield pada sebagian seri justru turun, terutama SPN dengan penurunan 11-25 basis poin, mencerminkan optimisme investor terhadap instrumen utang domestik.