Harga minyak dunia mengalami lonjakan signifikan akibat eskalasi serangan di Timur Tengah yang meningkatkan ketidakpastian terhadap pemulihan pasokan energi dari Teluk Persia. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak mendekati US$95 per barel, sementara Brent ditutup di bawah US$106 per barel. Amerika Serikat melaporkan telah membantu pengiriman lebih dari 19 juta barel minyak mentah melalui Selat Hormuz, namun serangan Iran terhadap kapal tanker mengancam pemulihan pasokan dari kawasan tersebut.
Di Arab Saudi, serangan rudal dan drone dari kelompok Houthi yang didukung Iran terus berlanjut, termasuk serangan terbaru yang mengenai kantor pusat Saudi Aramco di wilayah timur. Harga Brent telah melonjak lebih dari 70% sepanjang tahun ini akibat perang AS-Iran yang mengguncang pasar energi. Serangan Houthi terhadap bandara utama Riyadh pekan lalu dan operasi militer Arab Saudi di Yaman semakin memperburuk situasi.
Serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz telah mendorong banyak kapal tanker superbesar untuk berbalik arah dan meninggalkan Teluk Persia, mengancam kelancaran arus energi global. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap stabilitas pasokan minyak dunia dan perekonomian global.