Kementerian Perindustrian menyiapkan sumber daya manusia (SDM) melalui Akademi Komunitas Bambu (AKB) 2026 untuk mendukung pengelolaan Pusat Logistik Industri Bambu di Denpasar, Bali. Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, menjelaskan upaya ini dilakukan untuk memperkuat rantai pasok bambu dari hulu hingga hilir agar ketersediaan bahan baku berkualitas terjamin.
Program ini menjadi respons terhadap potensi pasar global produk bambu yang diproyeksikan meningkat dari USD74 miliar menjadi USD118,3 miliar pada 2034. Indonesia berkomitmen meningkatkan perannya dalam rantai pasok dunia dengan mencetak tenaga ahli yang kompeten, dikenal sebagai "Master Bambu", yang mampu mengelola distribusi dan pengolahan bambu terstandar.
Penguatan sisi hulu menjadi fokus utama pelatihan ini, melalui kerja sama dengan offtaker dan penggiat bambu di berbagai daerah. Kegiatan mencakup pembibitan, penanaman, hingga pelatihan pengawetan dan pembuatan bambu laminasi untuk memastikan bahan baku siap pakai dan berkelanjutan bagi industri domestik maupun ekspor.
Pusat Logistik Industri Bambu yang akan dibentuk di berbagai provinsi seperti Jawa Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Timur berfungsi sebagai simpul penting pengumpulan dan distribusi bambu. Langkah ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan industri yang semakin meningkat serta memaksimalkan potensi sumber daya alam Nusantara.