Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan subsidi biaya angkut untuk distribusi daging ayam ras ke daerah yang mengalami gejolak harga dan kekurangan pasokan. Langkah ini bertujuan menjaga harga daging ayam tetap wajar sekaligus memperkuat distribusi dan memastikan pasokan tersedia bagi masyarakat serta peternak.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan menyatakan subsidi biaya angkut dapat membantu menyalurkan produksi dari daerah sentra yang kelebihan pasokan ke wilayah yang membutuhkan. Kebijakan ini disiapkan di tengah pergerakan harga daging ayam ras yang turut menyumbang inflasi nasional sepanjang September 2026, dipengaruhi kenaikan permintaan termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan harga pakan ternak.
Hermawan menambahkan kenaikan harga belum merata di seluruh wilayah, dengan persoalan pasokan lebih terasa di daerah yang produksi ayamnya terbatas. Salah satu kendala utama pemerintah daerah adalah tingginya biaya distribusi dari luar daerah, terutama bagi wilayah bukan sentra produksi.
Bapanas memastikan wilayah yang kekurangan pasokan akan mendapatkan suplai dari daerah produsen, dan anggaran untuk mendukung distribusi tersebut masih tersedia.