Indonesia dan Malaysia berkolaborasi dalam proyek 'Baterai Nusantara' untuk memproduksi baterai kendaraan listrik (EV), bertujuan memperkuat kemandirian ASEAN.
Dalam skema ini, Indonesia berperan sebagai penyedia material baterai seperti katoda, sementara Malaysia memanfaatkan fasilitas pilot plant-nya untuk memproduksi sel baterai.
Misi utama proyek ini adalah mengamankan rantai pasok regional dan mewujudkan otonomi kawasan agar ASEAN tidak bergantung pada pihak luar.
Namun, tantangan masih ada, terutama perlunya Indonesia segera memiliki fasilitas pilot plant sendiri sebagai jembatan antara riset laboratorium dan industrialisasi komersial.