Kadin Indonesia mengusulkan agar data Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan terintegrasi dengan sistem Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) serta sistem ekspor satu pintu PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Wakil Ketua Umum Kadin Erwin Aksa menyampaikan bahwa integrasi ini bertujuan agar perusahaan tambang tidak perlu memasukkan data yang sama berulang kali ke berbagai sistem berbeda, sehingga dapat memangkas birokrasi.
Selain itu, Kadin khawatir proses input data ganda dapat memicu risiko ketidaksinkronan antara izin produksi, realisasi produksi, transaksi, hingga kegiatan ekspor.
Erwin menegaskan bahwa dengan membangun satu ekosistem data terpadu yang menjadikan RKAB sebagai sumber data utama, pemerintah akan memperoleh pengawasan yang jauh lebih efektif terhadap keseluruhan rantai pasok tambang.