Smelter nikel milik Kalla Group, PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) di Sulawesi Selatan, mengalami kendala operasional akibat penurunan pasokan listrik. Hal ini dipicu oleh kurangnya air di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang menyuplai energi ke pabrik tersebut.
Akibat kondisi ini, PT BMS berencana merumahkan sekitar 570 pekerja. Meski demikian, para pekerja yang dirumahkan tetap berstatus karyawan aktif dan akan mendapatkan hak serta kewajibannya seperti biasa.
Kekurangan pasokan listrik ini juga menyebabkan penurunan produksi pada smelter berbasis rotary kiln electric furnace (RKEF) 1 milik PT BMS. Hingga kini, Kalla Group selaku induk perusahaan belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan konfirmasi media.