Industri petrokimia Indonesia sedang menghadapi tekanan signifikan akibat gangguan pasokan bahan baku yang berasal dari Timur Tengah. Konflik di kawasan tersebut berdampak langsung pada rantai pasok global yang berimbas pada kelangsungan sektor industri lokal.
Sebagai akibat dari gangguan pasokan ini, pelaku industri petrokimia di Tanah Air terpaksa mencari sumber bahan baku alternatif. Namun, upaya diversifikasi ini menuntut biaya produksi yang lebih tinggi, sehingga menambah beban finansial pelaku usaha di tengah ketidakpastian pasar.