Indonesia mencatat potensi transaksi mencapai Rp2,03 triliun atau USD113,88 juta selama kehadiran di 23rd China-ASEAN Expo (CAEXPO) 2026 di Nanning, Tiongkok. Potensi tersebut berasal dari penandatanganan empat MoU dan berbagai permintaan produk unggulan nasional.
MoU yang ditandatangani mencakup kerja sama satelit, efisiensi bidang oli dan gas, serta komoditas seperti kerupuk udang, kopi, dan kajian token produk berbasis kecerdasan buatan (AI). Selain itu, terdapat permintaan kuat atas cangkang inti sawit dan berbagai produk pangan lainnya.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi menyatakan capaian ini merupakan hasil dari promosi dan forum bisnis yang efektif. Ia menekankan pentingnya menindaklanjuti peluang tersebut untuk menjadikannya kerja sama jangka panjang.
Paviliun Indonesia berhasil menarik lebih dari 98 ribu pengunjung dan menampilkan 51 perusahaan. Kegiatan ini juga melibatkan kunjungan ke kawasan industri drone dan forum ekonomi untuk memperluas akses pasar Indonesia ke kawasan ASEAN.