Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencatat lonjakan penumpang sebesar 16 persen pada triwulan III 2026 (Juli-September) dengan total 6,6 juta penumpang, naik dari 5,9 juta pada triwulan sebelumnya. General Manager Nugroho Jati menyatakan peningkatan ini mencerminkan tingginya minat kunjungan wisatawan ke Pulau Bali menjelang akhir tahun. Dari total tersebut, 4,3 juta merupakan penumpang internasional dan 2,3 juta domestik, dengan 37 ribu pergerakan pesawat.
Selama periode ini, tercatat delapan penerbangan perdana, terdiri dari enam rute domestik (Waingapu, Wakatobi, Surabaya, dan tiga rute Bandung) serta dua rute internasional (Beijing Daxing dan Phuket). Secara akumulatif Januari-September 2026, bandara melayani 17,6 juta penumpang atau rata-rata 64 ribu orang per hari, terdiri dari 11,3 juta penumpang internasional dan 6,2 juta domestik, dengan total 105 ribu pergerakan pesawat.
Rute domestik tersibuk adalah Jakarta dengan 2,7 juta penumpang, diikuti Surabaya, Labuan Bajo, Lombok Praya, dan Makassar. Sementara rute internasional tersibuk adalah Singapura dengan 2 juta penumpang, disusul Kuala Lumpur, Perth, Melbourne, dan Sydney. Wisatawan mancanegara didominasi Australia dengan 1,3 juta orang, disusul Cina, India, Britania Raya, dan Korea Selatan.
Manajemen bandara menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa, serta menghadirkan layanan sepenuh hati agar pengalaman perjalanan wisatawan di Bali menyenangkan.