Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut terus memperkuat konektivitas transportasi laut melalui program Pelayaran Perintis untuk melayani wilayah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (3TP), serta mendukung distribusi logistik dan mengurangi kesenjangan harga antarwilayah. Pada tahun 2026, sebanyak 107 trayek kapal perintis penumpang dengan 107 unit kapal beroperasi melayani 486 pelabuhan singgah di 184 kabupaten/kota pada 28 provinsi.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Budi Mantoro, menyatakan bahwa 54 trayek (51 persen) beroperasi di wilayah timur, 41 trayek (38 persen) di wilayah tengah, dan 12 trayek (11 persen) di wilayah barat, menunjukkan tingginya kebutuhan konektivitas di kawasan timur Indonesia. Sejak 2015 hingga 2026, kapal perintis penumpang telah merealisasikan 28.564 voyage dengan angkutan mencapai 9.267.338 penumpang dan 1.590.328 ton barang.
Selain angkutan penumpang, program Angkutan Perintis Barang atau Tol Laut juga mencatat kinerja positif hingga semester I 2026, dengan 557 voyage yang melayani 100 pelabuhan. Muatan berangkat tercatat sekitar 21.762 TEUs dan 1.682,42 ton, sementara muatan balik mencapai 6.660 TEUs, menunjukkan arus logistik tidak lagi searah.
Budi menekankan bahwa penguatan konektivitas penumpang harus berjalan beriringan dengan penguatan konektivitas logistik, sehingga ketersediaan kebutuhan masyarakat dapat terjaga dan disparitas harga antarwilayah dapat ditekan.