Pengembangan AI di Indonesia mendorong pembangunan sejumlah pusat data AI oleh berbagai perusahaan seperti Biznet, BDx, DCI, Microsoft, NeutraDC, dan Indosat. Pusat data ini dirancang untuk menangani komputasi AI berskala besar dengan teknologi pendinginan cair dan kapasitas daya tinggi.
Biznet telah mengoperasikan AI Center di Bali sejak Juli 2026, sementara BDx memiliki fasilitas di Jakarta Selatan dan sedang membangun kampus AI di Purwakarta berkapasitas 640 MW, meski pembangunannya dihentikan sementara akibat masalah perizinan seperti AMDAL dan PBG. DCI Indonesia juga telah meresmikan JK6 di Cibitung, dan Microsoft mengoperasikan Indonesia Central Cloud Region di Bekasi sejak Mei 2025.
NeutraDC Nxera mengembangkan pusat data di Batam dengan kapasitas awal 18 MW yang ditargetkan beroperasi pertengahan 2026, sedangkan Indosat melalui Zankore di Batang menargetkan kapasitas hingga 1 Gigawatt dan diklaim sebagai AI Factory terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, NVIDIA berencana menginvestasikan USD4,5 miliar untuk membangun DSX AI Factory Campus di KEK Batam, meski masih dalam tahap perencanaan.
Secara keseluruhan, pembangunan infrastruktur pusat data AI ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekosistem kecerdasan buatan di kawasan Asia Tenggara.