Unit pertama Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bangladesh, Rooppur Nuclear Power Plant, resmi akan terhubung ke jaringan listrik nasional pada bulan November mendatang. Langkah ini menandai sejarah penting bagi negara tersebut dalam mengembangkan energi berkelanjutan.
Proyek ini merupakan langkah awal bagi Bangladesh untuk membangun kapasitas energi nuklirnya yang pertama kali. Ketersediaan listrik dari unit ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan energi nasional yang terus meningkat.
Dalam pembangunannya, Bangladesh menerima bantuan signifikan dari Rusia. Negara ini menyediakan dukungan teknis dan finansial dengan total biaya proyek mencapai US$ 12,8 miliar atau setara Rp211 triliun.
Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan unit-unit PLTN berikutnya di Bangladesh. Hal ini juga menunjukkan kerjasama strategis antara Bangladesh dan Rusia dalam sektor infrastruktur energi.