Harapan Drone dan Teknologi Mengubah Nasib Petani

Sabtu, 10 Oktober 2026 pukul 17.57
Harapan Drone dan Teknologi Mengubah Nasib Petani

Sumber Berita Asli

tirto.id

Baca di Website Asli ↗
Drone atau UAV semakin berperan penting dalam pertanian modern dengan membantu petani bekerja lebih cepat, hemat biaya, dan presisi. FAO memperkirakan populasi dunia mencapai 9,6 miliar pada 2050, sehingga kebutuhan pangan menjadi tantangan yang mendorong pemanfaatan drone untuk penanaman, pemantauan kesehatan lahan, irigasi, penyemprotan otomatis, dan penebaran benih. Drone pertanian memiliki fungsi pemantauan (citra udara, multispektral, termal) dan mekanis (penyemprotan, penebaran benih), dengan cakupan semprot 3-5 hektar per jam. Teknologi ini menawarkan keunggulan seperti hemat waktu, tenaga, bahan kimia, biaya produksi, serta lebih aman karena petani tidak langsung bersentuhan dengan bahan kimia berbahaya. Drone juga dapat mengurangi kerusakan tanaman akibat alat berat. Cara kerja drone meliputi analisis tanah, penanaman kapsul benih bernutrisi, penyemprotan dengan sensor pengukur jarak, serta pemantauan kondisi tanaman menggunakan sensor hiperspektral, multispektral, dan inframerah. Integrasi AI memungkinkan pengendalian hama, pemantauan tanah, dan kesehatan tanaman secara lebih efektif, mendukung keberlanjutan dan menekan biaya operasional. Meski demikian, adopsi drone masih rendah, hanya sekitar 3% petani di UE dan 1% di pertanian skala kecil. Di Indonesia, tantangan meliputi harga alat dan pelatihan yang mahal, regulasi dan izin, keterbatasan daya terbang, serta keamanan data. Kendala ini menghambat revolusi pertanian berbasis drone di Tanah Air.

Berita Terkait Lainnya