Pemerintah menargetkan penempatan 500 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) hingga tahun 2029 melalui Program SMK Go Global. Program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan tenaga kerja global, yang terdiri atas 300 ribu lulusan SMK dan 200 ribu dari masyarakat umum.
Target penempatan akan berlangsung bertahap, dimulai dari 40 ribu tenaga kerja pada 2026, meningkat menjadi 140 ribu di 2027, 180 ribu di 2028, dan 140 ribu di 2029. Sektor yang menjadi sasaran utama meliputi perawat, pengasuh, tukang las, pengemudi, hingga perhotelan.
Negara tujuan penempatan mencakup Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Taiwan, Turki, dan negara-negara Eropa. Pada 2026 saja, diperkirakan tersedia sekitar 289 ribu lowongan kerja luar negeri yang dapat diakses oleh para calon PMI.
Wakil Menteri P2MI Christina Aryani mengimbau masyarakat memanfaatkan platform SISKOP2MI untuk mencari informasi resmi lowongan kerja luar negeri, melakukan pendaftaran, hingga memantau status lamaran secara aman dan terintegrasi.