Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih meminta pemerintah memastikan layanan literasi digital inklusif bagi penyandang disabilitas, khususnya kelompok tunanetra.
Fikri menyoroti aplikasi iPusnas milik Perpusnas yang dinilai belum ramah bagi pengguna tunanetra. Ia mendorong penerapan standar Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) agar akses informasi digital dapat dinikmati semua masyarakat.
Masukan ini merujuk pada temuan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) terkait hambatan aksesibilitas pada layanan digital milik negara. Fikri menekankan transformasi digital harus dibarengi desain yang inklusif agar teknologi tidak menciptakan hambatan baru.
Menanggapi hal itu, Perpusnas memastikan penyesuaian layanan iPusnas merupakan upaya penguatan sistem untuk stabilitas jangka panjang, bukan dampak efisiensi anggaran, serta kualitas layanan publik akan tetap terjaga.