Dinas Sosial Kabupaten Cirebon mengungkapkan bahwa persentase masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 (sangat miskin) mencapai 15 persen berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Angka ini melampaui target Kementerian Sosial yang menetapkan batas ideal kelompok desil 1 di angka 10 persen.
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Astri Diana Ekasari, menyebutkan tingginya angka tersebut mengindikasikan adanya potensi kesalahan dalam pemutakhiran data penerima bantuan sosial.
Kesalahan data tersebut mencakup inclusion error, yakni masyarakat yang sebenarnya mampu masih tercatat di desil 1-5 dan berpotensi menerima bantuan. Selain itu, terdapat juga exclusion error, di mana masyarakat miskin justru masuk desil 6-10 sehingga tidak memperoleh bantuan yang mereka butuhkan.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah daerah terus melakukan pembenahan data dan penajaman program bantuan sosial guna menekan persentase kelompok desil 1.