Akademisi IAHN: Kerukunan Umat Modal Sosial Utama Pembangunan Buleleng

Senin, 31 Agustus 2026 pukul 01.15
Akademisi IAHN: Kerukunan Umat Modal Sosial Utama Pembangunan Buleleng

Sumber Berita Asli

Republika Online RSS Feed

Baca di Website Asli ↗
Akademisi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja, Komang Agus Dharmayoga Kantina, menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama menjadi modal sosial utama untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Buleleng, Bali. Pembangunan dinilai membutuhkan kondisi sosial yang harmonis, bukan hanya infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Secara sosiologis, kerukunan dimaknai sebagai kemampuan masyarakat berbeda agama dan latar belakang untuk hidup berdampingan serta bekerja sama. Dalam konteks Buleleng, nilai 'menyama braya' membangun kesadaran bahwa perbedaan bukan sumber jarak sosial, melainkan kekayaan budaya. Kepercayaan antarkelompok yang kuat dapat menurunkan biaya sosial dalam kerja sama pembangunan. Keberadaan lembaga seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama, dan desa adat dianggap penting untuk menjaga ruang dialog dan komunikasi antarkelompok masyarakat. Selain itu, ia mengingatkan tantangan kerukunan kini juga muncul di ruang digital, seperti ujaran kebencian dan sentimen identitas. Oleh karena itu, penguatan literasi digital dan pendidikan toleransi bagi generasi muda sangat didorong agar pembangunan Buleleng memiliki fondasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Berita Terkait Lainnya