Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendistribusikan 24 unit mesin alkon ke lima daerah rawan kekeringan sebagai langkah mitigasi krisis air bersih dan potensi kebakaran hutan serta lahan menjelang puncak musim kemarau.
Kabupaten Bombana dan Kolaka Timur menerima alokasi terbanyak masing-masing enam unit, disusul Konawe Selatan dan Kota Kendari (lima unit), serta Kolaka (dua unit). Pemprov juga menyalurkan dukungan logistik tambahan berupa tenda keluarga dan mobil tangki air bagi daerah lain.
Selain itu, Pemprov Sultra menyiapkan sembilan unit mobil tangki air untuk tujuh wilayah berisiko tinggi karhutla. Puncak musim kemarau diproyeksikan terjadi pada September hingga Oktober 2026 dengan durasi kekeringan mencapai 21 dasarian.
Berdasarkan data BMKG dan pemetaan Kajian Risiko Bencana, seluruh kabupaten dan kota di Sultra secara umum berada pada potensi kerawanan tinggi terhadap bencana kekeringan.