Polda Kalimantan Selatan mulai menggunakan cairan berbahan tepung untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area lahan gambut, khususnya lokasi prioritas seperti bandara agar penerbangan tidak terganggu kabut asap.
Inovasi yang diarahkan Kapolri ini merupakan bantuan dari Mabes Polri, menggunakan formula campuran pati singkong, amonium polifosfat, air, dan zat pembasah. Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyebut uji coba formula ini terbukti efektif menekan laju api.
Mekanismenya, air berfungsi menyerap panas, sementara pati singkong meningkatkan adhesi agar cairan bertahan lebih lama di permukaan tanah. Selain itu, Polda Kalsel bersama GAPKI juga menerapkan metode suntik air dan busa langsung ke dalam tanah sedalam dua meter untuk mendinginkan sumber api bawah tanah.
Saat ini, Bidang Laboratorium Forensik Polda Kalsel sedang mengembangkan formula tersebut untuk diproduksi massal, dengan target segera digunakan di tiga wilayah prioritas yakni Guntung Damar, hutan lindung Liang Anggang, dan Pengayuan.