Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengaktivasi 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak di 16 provinsi Indonesia bagian timur pada Sabtu (2/10/2026). Wilayah operasional baru ini mencakup daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi.
Peresmian ini menandai bertambahnya jumlah dapur SPPG menjadi 27.022 unit, setelah sebelumnya sempat terhenti akibat masa moratorium. BGN menyatakan total dapur SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia kini mencapai angka tersebut melalui akun Instagram resminya @badangizinasional.RI.
Pencapaian lebih dari 27 ribu unit SPPG merupakan hasil konsolidasi berkelanjutan dari program pemenuhan gizi nasional sejak tahap awal peluncurannya. Pembangunan unit pelayanan dilakukan secara bertahap berbasis pemetaan kebutuhan wilayah.
Ribuan unit dapur awal telah didirikan di titik-titik padat penduduk serta pusat-pusat pendidikan dasar di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pemenuhan gizi hingga ke daerah terpencil.