Gergaji Milei vs. Penggemukan Kabinet: Sebuah Paradoks?

Minggu, 4 Oktober 2026 pukul 17.51
Gergaji Milei vs. Penggemukan Kabinet: Sebuah Paradoks?

Sumber Berita Asli

Networks - Berita Terbaru

Baca di Website Asli ↗
Presiden Argentina Javier Milei yang dikenal dengan gaya nyentrik dan simbol gergaji mesinnya telah menerapkan terapi kejut ekonomi sejak menjabat Desember 2023. Ia memangkas jumlah kementerian federal dari 18 menjadi 9, mengurangi belanja negara, memotong subsidi, dan melakukan deregulasi besar-besaran untuk mengatasi inflasi yang mencapai 211,4 persen. Kebijakan keras Milei membuahkan hasil dengan surplus fiskal primer 1,8 persen PDB dan surplus keseluruhan 0,3 persen pada 2024. Meski ekonomi sempat berkontraksi 1,3 persen, pada 2025 Argentina mencatat pertumbuhan sekitar 4,4 persen dengan inflasi yang melandai signifikan. Artikel ini menganalisis paradoks kebijakan di Indonesia yang sering menggaungkan efisiensi namun struktur pemerintahan justru terus memekar melalui penambahan lembaga dan anggaran. Penulis menekankan bahwa Indonesia tidak perlu meniru Milei secara mentah, tetapi refleksi tentang evaluasi birokrasi yang jujur dan objektif tetap relevan. Inti pesan artikel adalah bahwa negara kuat tidak diukur dari banyaknya lembaga atau program, melainkan dari kemampuan mengekstrak manfaat publik sebesar-besarnya dari setiap rupiah uang rakyat. Efisiensi sejati bukan sekadar pemangkasan, melainkan birokrasi fleksibel yang mampu membesar saat dibutuhkan dan menyusut ketika fungsinya tak lagi relevan. Kesimpulannya, paradoks sesungguhnya terjadi ketika efisiensi hanya berakhir menjadi slogan manis sementara birokrasi terus membengkak tanpa tolok ukur manfaat yang jelas.

Berita Terkait Lainnya