Militer pemerintah Yaman menuduh kelompok Houthi (Ansar Allah) menggunakan sistem pertahanan udara bergerak buatan Iran dengan teknologi inovatif. Sistem tersebut diklaim menggunakan rudal jelajah yang dapat beroperasi secara loitering—terbang dan berkeliaran di udara hingga sekitar 25 menit sambil mencari sasaran melalui pelacakan panas. Kemampuan ini dinilai dapat memperluas cakupan risiko terhadap lalu lintas udara di sekitar wilayah konflik Laut Merah. Houthi belum memberikan komentar atas pernyataan tersebut, sementara ketegangan militer dan internasional di kawasan masih berlangsung.