Komisi Perlawanan terhadap Kolonisasi dan Tembok Pemisah mencatat 900 insiden pembakaran oleh pemukim dan pasukan Israel terhadap properti warga Palestina di Tepi Barat sejak awal 2023 hingga Juli 2026.
Sebanyak 88,8 persen aksi pembakaran dilakukan oleh pemukim, sementara 11,2 persen oleh tentara Israel. Kasus terus meningkat tiap tahun, dengan 61,3 persen insiden terkonsentrasi di wilayah Nablus, Ramallah, dan Al-Bireh.
Komisi menegaskan aksi ini merupakan pola sistematis dan terorganisir untuk meneror serta mengancam mata pencaharian warga Palestina, disertai serangan bersenjata dan penyerangan fisik di berbagai desa.
Insiden terbaru mencakup penembakan ke arah rumah warga di desa Yasuf serta penyerangan dan penculikan aktivis asing di wilayah Hebron, yang berujung pada luka-luka dan penahanan oleh polisi Israel.