Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji menilai pemikiran KH Abdul Wahab Chasbullah dalam buku 'Penyirep Gemuruh' masih relevan untuk menjawab persoalan sosial saat ini. Hal tersebut disampaikannya saat bedah buku di Masjid Gedang PPBU Tambakberas, Jombang, sebagai rangkaian Muktamar ke-35 NU.
Menurut Sarmuji, kisah dalam buku tersebut menunjukkan karakter NU dalam menyelesaikan masalah melalui sikap moderat, seimbang, toleran, dan adil. Hal ini terlihat dari cara KH Wahab Hasbullah menyelesaikan konflik perluasan Masjid Peneleh Surabaya dengan mengedepankan musyawarah.
Sarmuji menekankan bahwa keteladanan Mbah Wahab mengajarkan penyelesaian konflik tanpa memperbesar perbedaan, melainkan melalui dialog dan pencarian solusi bersama secara teduh. Pendekatan ini dianggap sangat tepat untuk meredakan kegaduhan dan perbedaan pandangan di masyarakat modern.
Acara yang digelar Pusat Studi Pesantren Jawa Timur tersebut juga menghadirkan narasumber lain, seperti Ayung Notonegoro dari Komunitas Pegon Banyuwangi yang menemukan naskah kuno tersebut pada 2016-2018, serta penerjemah kitab, Fathul H Panatapraja.