Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, melalui Dinas Pertanian mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian terdampak bencana hidrometeorologi agar kembali produktif.
Dari total 8.500 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut, sebanyak 1.607 hektare rusak dan tertutup lumpur akibat luapan Krueng Meureudu. Rincian kerusakan mencakup 259 hektare rusak berat, 143 hektare rusak sedang, dan 1.225 hektare rusak ringan.
Proses pemulihan dijalankan dengan mengerahkan traktor di beberapa titik, seperti Gampong Beuringen, sementara beberapa gampong lainnya masih membutuhkan penanganan lanjutan karena mengalami kerusakan parah.
Bupati Sibral Malasyi mengapresiasi langkah cepat tersebut dan menekankan agar pemulihan difokuskan agar petani dapat segera kembali bekerja dan berproduksi demi membangun kembali wilayah yang lebih tangguh pascabencana.