Pangkogabwilhan III Letjen Lucky Avianto menjelaskan bahwa serangan Organisasi Papua Merdeka (OPM) masih terjadi karena keterbatasan jumlah personel TNI dibanding luas wilayah Papua yang tiga kali luas Jawa. Untuk mengatasi ini, TNI menggunakan strategi penempatan titik berat dan terus menekan ruang gerak OPM dengan merebut markas-markas mereka untuk memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat.
Lucky menjelaskan bahwa TNI tidak membenci OPM, melainkan mengharapkan mereka kembali ke NKRI. Ia mengajak anggota OPM meletakkan senjata dan bergabung membangun Papua agar aman dan sejahtera. Strategi ini diharapkan dapat meredam konflik dan menciptakan stabilitas di wilayah tersebut.
Selain strategi militer, Lucky menekankan efektivitas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP). Fokus utama Yon TP bukan tempur, melainkan mendorong ketahanan pangan melalui kompi produksi yang mencakup pertanian, perikanan, dan peternakan.
Melalui program ini, TNI berharap masyarakat Papua dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan sendiri. Lucky menambahkan bahwa rekrutmen pasukan baru akan dilakukan bertahap untuk memaksimalkan pelayanan dan pembangunan di wilayah tersebut.