Mojtaba Khamenei, putra Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, tiba-tiba muncul ke publik dan menyampaikan pesan kepada Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwa AS akan meninggalkan Timur Tengah setelah menderita kekalahan.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah berlanjutnya diplomasi terkait Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sering menjadi titik ketegangan antara Iran dan AS.
Kemunculan Mojtaba, yang selama ini jarang tampil di depan publik, memicu spekulasi mengenai perannya dalam politik Iran. Pesan tegasnya terhadap AS menjadi sinyal bahwa Teheran tetap bersikap konfrontatif terhadap Washington.
Situasi di Timur Tengah masih dinamis seiring negosiasi terkait Hormuz dan potensi eskalasi antara Iran dan AS.