Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah telah menyiapkan strategi untuk menghadapi kekeringan lahan akibat El Nino demi menjaga produktivitas pangan nasional sejak awal pemerintahan Prabowo-Gibran.
Strategi tersebut meliputi percepatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, perluasan program pompanisasi, serta pembangunan embung sebagai cadangan air di kawasan pertanian yang rawan kekeringan.
Selain itu, Kementan juga menggalakkan program cetak sawah, optimalisasi lahan rawa, dan penyediaan benih padi tahan kering guna memperluas areal tanam dan menjaga produksi beras nasional.
Hingga saat ini, laporan lahan terdampak kekeringan mencapai sekitar 30 ribu hektare dari total 11 juta hektare luas tanam nasional. Dengan stok beras di Perum Bulog yang masih berada di angka 5 juta ton, pemerintah memastikan pasokan pangan tetap aman.