Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendorong pembentukan kemitraan ketangguhan (partnership resilience) dengan Australia guna mengintensifkan kerja sama dalam ketahanan pangan dan energi. Gagasan ini bermula dari dampak konflik Timur Tengah yang menyebabkan kesulitan pemenuhan bahan baku pupuk di Australia.
Sugiono menegaskan bahwa inisiatif ini bukan merupakan blok atau pengelompokan baru, melainkan upaya melengkapi kesepakatan yang telah ada dengan mempersempit fokus pada ketahanan kawasan.
Selain itu, Indonesia, Australia, dan negara-negara Kepulauan Pasifik menandatangani pembaruan perjanjian trilateral untuk memperkuat kerja sama dalam manajemen bencana, kesehatan, hingga ekonomi.
Hal ini dibahas dalam Pertemuan 2+2 Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan di Melbourne yang membahas implementasi Jakarta Treaty 2026, mencakup konsultasi keamanan, pelatihan pertahanan bersama, dan investasi Australia-Danantara.