Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menegaskan bahwa sikap Indonesia terhadap Palestina tidak akan berubah karena konstitusi negara tetap menjadi landasan. Dalam konferensi pers perdananya sebagai Menlu ke-19, ia menyatakan Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina hingga hak-hak mereka terpenuhi dan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat terwujud.
Menlu Tata menekankan bahwa 'Semangat Bandung' tetap menjadi jangkar diplomasi Indonesia, dan kemampuan berbicara dengan semua pihak menjadi aset untuk mendorong perdamaian, termasuk untuk Palestina. Ia juga menegaskan bahwa Indonesia telah melakukan berbagai langkah nyata, seperti diplomasi, kebijakan politik luar negeri, tindakan kemanusiaan, perlindungan rakyat Palestina, bantuan kemanusiaan, pemulihan rekonstruksi Gaza, serta penguatan kapasitas Palestina.
Semua upaya tersebut, menurut Menlu Tata, akan terus dilakukan hingga Palestina benar-benar merdeka dan berdaulat, dan membutuhkan mesin diplomasi yang kuat. Pernyataan ini menegaskan konsistensi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina sesuai amanat konstitusi dan semangat Konferensi Asia Afrika 1955.