Wakil Ketua Umum DPP PKB sekaligus Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengungkapkan strategi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk membawa Indonesia naik kelas menjadi negara maju melalui penguatan fondasi industri nasional. Hal ini disampaikannya dalam diskusi publik bertajuk "Industrialisasi, Bursa Komoditas Strategis dan Prabowonomics" di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat (2/10/26).
Menurut Faisol, penguatan industri bukan sekadar mengejar pertumbuhan, tetapi juga memastikan kemampuan memenuhi kebutuhan industri dari dalam negeri. Ia menekankan konsep Prabowonomics sebagai titik temu antara amanat ekonomi UUD 1945 dengan kondisi Indonesia dan perkembangan ekonomi global, yang diharapkan menjadi jalan tengah menuju industrialisasi.
Faisol menyebut dua fondasi utama yang harus dipastikan untuk kemandirian industri: ketersediaan bahan mentah dan bahan baku serta penguasaan teknologi. Jika keduanya terjamin, ia optimistis pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 8 persen, seperti yang disampaikan ekonom Burhanuddin Abdullah dalam keynote speech-nya.
Ia juga menyoroti rencana pembangunan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis dalam negeri sebagai instrumen menjamin pasokan bahan mentah untuk diolah menjadi bahan baku industri. Contohnya batu bara, yang tidak hanya soal harga global tetapi perlu dimanfaatkan sebagai bagian rantai industri dalam negeri, salah satunya melalui pengembangan teknologi gasifikasi batu bara.