Catatan Sumbangsih KH Imam Jazuli dalam Mengawal Penguatan Supremasi Syuriyah NU

Jumat, 2 Oktober 2026 pukul 23.15
Catatan Sumbangsih KH Imam Jazuli dalam Mengawal Penguatan Supremasi Syuriyah NUIlustrasi (Auto-Generated)

Sumber Berita Asli

Republika Online RSS Feed

Baca di Website Asli ↗
Dinamika internal PBNU kembali menjadi sorotan publik, terutama terkait ketegangan antara hukum organisatoris dan etika kultural pesantren. Konflik internal sempat memuncak, mulai dari polemik keputusan Rais Aam hingga munculnya gelombang Musyawarah Kubro (Muskub) Lirboyo 1 dan 2. Di tengah situasi tersebut, KH Imam Jazuli, pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon dan alumnus Lirboyo, tampil konsisten memperjuangkan marwah dan supremasi Syuriyah. Sikapnya bukanlah personal, melainkan wujud kedisiplinan organisasi dan pembacaan atas Khittah NU 1926. Secara struktural, Syuriyah adalah lembaga tertinggi penentu kebijakan, sedangkan Tanfidziyah hanya pelaksana teknis, namun realitasnya sering terbalik. Presiden Prabowo Subianto juga hadir dalam Muktamar ke-35 NU di Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Berita Terkait Lainnya