Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kementerian Kehutanan mengklarifikasi data kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 663 hektare yang belakangan menjadi sorotan publik. Angka tersebut bukan total luas lahan terbakar di seluruh Indonesia, melainkan data penanganan karhutla di enam provinsi prioritas: Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan bahwa data bersumber dari Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) dan laporan petugas di lapangan. BNPB mengakui penghitungan luas lahan terbakar tidak mudah karena petugas lebih memprioritaskan upaya pemadaman, dan kebakaran di lahan gambut berpotensi menghasilkan asap besar dari lapisan bawah permukaan.