Menteri Luar Negeri Otoritas Taliban, Amir Khan Muttaqi, menyatakan Afghanistan tengah berupaya menormalisasi hubungan dengan Amerika Serikat (AS) berlandaskan rasa saling menghormati dan kepentingan bersama, seraya mendesak AS menghentikan pendekatan konfrontatif.
Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran AS bahwa Afghanistan akan kembali menjadi pusat terorisme global, menjelang peringatan lima tahun penarikan pasukan AS. Muttaqi mengklaim Taliban telah berhasil menciptakan keamanan dan stabilitas sejak kembali berkuasa pada 2021.
Menyoal pengakuan formal dari dunia internasional, Muttaqi menilai itu sebagai urusan nomor dua. Prioritas utama pihaknya saat ini adalah membangun hubungan diplomatik dan kerja sama praktis terlebih dahulu, termasuk mendorong pemulihan operasional Kedutaan Besar Afghanistan di Tokyo, Jepang.
Hingga saat ini, hanya Rusia yang secara resmi mengakui pemerintahan Taliban. Kritik tajam dari dunia internasional masih terus mengalir, terutama terkait kebijakan Taliban yang melarang anak perempuan menempuh pendidikan di atas jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).