Bangladesh dilaporkan mempertimbangkan secara positif untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Makkah jika menerima undangan resmi. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Bangladesh, Khalilur Rahman, di tengah situasi hubungan yang sedang sensitif dengan negara tetangga, India.
Pakta Makkah sendiri telah ditandatangani pada 7 Agustus oleh Pakistan, Arab Saudi, dan Turki. Kesepakatan ini menyerupai model pertahanan NATO, di mana serangan bersenjata terhadap salah satu anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota. Bangladesh memandang pakta ini sebagai sistem pertahanan diri bagi komunitas Muslim global.
Meski belum ada tawaran resmi yang diterima, pemerintah Bangladesh menyatakan akan mempertimbangkan segala aspeknya jika diundang. Namun, analis geopolitik memperingatkan bahwa keanggotaan dalam aliansi militer ini berpotensi mempersulit hubungan diplomatik Bangladesh dengan berbagai negara besar seperti India, China, Amerika Serikat, dan Rusia.
Wacana ini muncul saat hubungan Bangladesh dan India sedang dalam tahap krusial. Dhaka masih menunggu respons dari New Delhi terkait permintaan ekstradisi mantan pimpinan Sheikh Hasina, serta masih mempertimbangkan kunjungan resmi Perdana Menteri Tarique Rahman ke India.