China tidak terlibat langsung dalam perang AS dan Israel melawan Iran, namun berhasil memanfaatkan dampak konflik tersebut untuk kepentingan militer dan ekonominya. Menurut laporan Al Jazeera, Beijing memantau kemampuan militer AS, memperkuat ketahanan energi, dan memperluas penggunaan yuan dalam perdagangan. Tiga jalur utama keuntungan China adalah pemanfaatan citra satelit, posisinya sebagai pembeli terbesar minyak Iran, serta gejolak pasar energi untuk memperkuat cadangan. Meski demikian, China juga menghadapi risiko seperti gangguan pelayaran di Selat Hormuz dan peningkatan biaya pasokan energi. Laporan WSJ mengungkap Iran memperoleh citra satelit resolusi tinggi dari Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania sebelum serangan rudal 17 Juli yang menewaskan tiga tentara AS, meski tidak ada tuduhan langsung ke pemerintah China.